Loading...
world-news

Atletik (lari, lompat, lempar) - Permainan dan Olahraga Materi PJOK Kelas 10


Berikut artikel 2000 kata yang original dan dapat langsung Anda gunakan.
(± 2.050 kata)


Atletik: Lari, Lompat, dan Lempar – Fondasi Olahraga Sepanjang Masa

Atletik merupakan salah satu cabang olahraga tertua di dunia dan menjadi fondasi dari banyak disiplin olahraga modern. Hampir semua bentuk aktivitas fisik—mulai dari bermain sepak bola, bulu tangkis, hingga bela diri—melibatkan unsur berlari, melompat, atau melempar. Karena itu tidak mengherankan jika atletik sering disebut sebagai “mother of sports” atau induk dari olahraga lainnya.

Dalam perkembangannya, atletik terbagi menjadi beberapa kelompok besar, antara lain lari, lompat, dan lempar. Ketiga kelompok ini bukan hanya menguji kemampuan fisik, tetapi juga menuntut teknik, konsistensi latihan, kekuatan mental, hingga pemahaman taktik. Artikel ini akan mengulas secara lengkap mengenai atletik, sejarahnya, berbagai nomor yang dipertandingkan, teknik-teknik dasar, serta manfaat yang dapat diperoleh dari cabang olahraga klasik ini.


1. Sejarah Singkat Atletik

Atletik telah dikenal sejak zaman Yunani Kuno dan menjadi bagian utama dalam Olimpiade pertama pada tahun 776 SM. Pada masa itu, hanya ada satu nomor yang dipertandingkan, yakni stadion race, sebuah lomba lari cepat sepanjang 192 meter. Seiring waktu, berkembang pula nomor-nomor seperti lompat jauh, lempar cakram, serta berbagai nomor lari jarak menengah dan jauh.

Pada era modern, atletik semakin berkembang dan menjadi salah satu cabang olahraga paling populer dalam ajang Olimpiade, Kejuaraan Dunia Atletik, serta berbagai kompetisi regional seperti SEA Games, Asian Games, dan Kejuaraan Nasional. Federasi internasional yang mengatur atletik adalah World Athletics (dulu bernama IAAF).


2. Lari dalam Atletik

Lari merupakan nomor paling banyak diminati dan paling sering dipertandingkan dalam atletik. Nomor ini membutuhkan kombinasi kecepatan, stamina, teknik, dan ritme. Secara umum, lari terbagi menjadi beberapa kategori:


A. Lari Jarak Pendek (Sprint)

Sprint mencakup nomor 100 meter, 200 meter, dan 400 meter. Tujuan utamanya adalah mencapai garis finis secepat mungkin. Lari jarak pendek menuntut:

  • Kecepatan maksimal

  • Daya ledak otot

  • Start yang explosif

  • Teknik akselerasi dan top speed

Teknik Dasar Lari Sprint

  1. Start Block

    • Menggunakan blok start.

    • Posisi “set” sangat menentukan dorongan awal.

  2. Akselerasi

    • Langkah awal cenderung rendah dengan sudut tubuh condong.

  3. Top Speed

    • Kecepatan maksimal dicapai sekitar 40–60 meter.

  4. Finish

    • Teknik "leaning" atau menjatuhkan dada ke depan untuk meraih waktu terbaik.

Atlet Legendaris

  • Usain Bolt (Jamaika) pemegang rekor dunia 100 m dan 200 m.

  • Florence Griffith Joyner (AS) untuk nomor putri.


B. Lari Jarak Menengah

Nomor jarak menengah meliputi 800 meter dan 1500 meter. Lari pada nomor ini membutuhkan keseimbangan antara kecepatan dan stamina.

Kunci Kemenangan Lari Jarak Menengah

  • Manajemen energi

  • Pengaturan napas

  • Strategi posisi dalam pack

  • Sprint akhir atau “kick” pada 200 meter terakhir

Teknik Penting

  • Langkah lari lebih halus dan ritmis.

  • Kecepatan stabil tetapi bisa berubah sesuai kondisi lomba.

  • Kontrol denyut jantung sangat penting.


C. Lari Jarak Jauh

Meliputi 5000 meter, 10.000 meter, dan maraton (42,195 km). Nomor lari jarak jauh menuntut daya tahan luar biasa, mental kuat, serta kemampuan strategi.

Ciri-Ciri Pelari Jarak Jauh

  • Tubuh lebih ramping agar efisien.

  • VO2 max tinggi.

  • Ritme lari stabil dan ekonomis.

Teknik dan Strategi

  • Pacing (menjaga kecepatan konstan)

  • Fueling (asupan energi)

  • Drafting (mengikuti pelari lain untuk mengurangi hambatan angin)

Atlet dari Kenya dan Ethiopia mendominasi nomor ini karena faktor genetik, lingkungan dataran tinggi, serta tradisi latihan yang kuat.


D. Lari Gawang

Nomor lari gawang meliputi 100 meter gawang (putri), 110 meter gawang (putra), dan 400 meter gawang (putra dan putri). Atlet harus berlari cepat sambil melompati gawang pada jarak tertentu.

Teknik Dasar Lari Gawang

  • Menjaga ritme langkah agar tepat saat melewati gawang.

  • Teknik “lead leg” dan “trail leg”.

  • Kecepatan antara gawang lebih penting daripada lompatan itu sendiri.


E. Lari Estafet

Menonjolkan kerja sama tim, terutama pada nomor 4x100 meter dan 4x400 meter. Bagian terpenting dari lari estafet adalah penyerahan tongkat.

Teknik Penyerahan Tongkat

  • Upsweep, down sweep, dan push pass

  • Zona penyerahan harus dimaksimalkan

  • Komunikasi antar pelari sangat penting


3. Lompat dalam Atletik

Lompat menguji kemampuan atlet menghasilkan gaya dorong dari tubuh untuk mencapai jarak atau ketinggian tertentu. Nomor lompat terbagi menjadi beberapa jenis:


A. Lompat Jauh

Tujuan lompat jauh adalah melompat sejauh mungkin dari papan tolakan ke bak pasir.

Tahapan Gerakan Lompat Jauh

  1. Awalan – berlari cepat untuk menghasilkan momentum.

  2. Tolakan – menjejak kuat pada papan.

  3. Melayang – teknik “hang”, “sail”, atau “hitch-kick”.

  4. Pendaratan – kedua kaki mendarat ke pasir dengan posisi tubuh stabil.

Lompat jauh memerlukan kecepatan sprint dan kemampuan eksplosif.


B. Lompat Tinggi

Pada nomor ini, atlet melompati mistar tanpa menjatuhkannya. Teknik modern yang digunakan hampir semua atlet adalah Fosbury Flop, yaitu melompat dengan membelakangi mistar.

Tahapan Lompat Tinggi

  • Awalan melengkung

  • Tolakan pada kaki dominan

  • Melengkungkan punggung saat melewati mistar

  • Mendarat di matras dengan punggung

Teknik ini diperkenalkan oleh Dick Fosbury pada Olimpiade 1968 dan menjadi revolusi besar dalam dunia atletik.


C. Lompat Galah (Pole Vault)

Atlet menggunakan galah fleksibel dari fiberglass atau karbon untuk melompat setinggi mungkin melewati mistar. Ini adalah salah satu nomor paling teknis dan menuntut kekuatan lengan, kecepatan, serta keberanian.

Tahapan Lompat Galah

  • Sprint dengan galah

  • Menancapkan galah pada kotak tumpuan

  • Mengangkat tubuh ke atas

  • Melewati mistar dengan teknik putaran

  • Mendarat di matras yang tebal


D. Lompat Jangkit (Triple Jump)

Sering disebut sebagai “hop, step, and jump”, lompat jangkit menuntut koordinasi luar biasa. Pola gerakannya:

  1. Hop – mendarat pada kaki yang sama.

  2. Step – berganti kaki.

  3. Jump – lompat jauh ke bak pasir.

Atlet harus menjaga ritme antara hop-step-jump agar tidak kehilangan kecepatan.


4. Lempar dalam Atletik

Nomor lempar menguji kekuatan, teknik, dan kontrol gerakan. Terdapat beberapa nomor utama:


A. Lempar Cakram

Atlet melempar cakram berbahan logam dari dalam lingkaran khusus.

Teknik Lempar Cakram

  • Posisi berdiri menyamping

  • Putaran 1,5 hingga 2,5 rotasi untuk menciptakan momentum

  • Lepaskan cakram dengan sudut sekitar 35–40 derajat

Nomor ini membutuhkan kombinasi kekuatan, fleksibilitas, dan teknik rotasi.


B. Lempar Lembing

Lembing dilempar sejauh mungkin dengan teknik yang menyerupai gerakan melempar tombak.

Teknik Dasar Lempar Lembing

  • Lari awalan panjang

  • Penempatan lembing pada sudut tepat

  • Tolakan kaki yang kuat

  • Gerakan melempar melalui bahu dan lengan

  • Sudut lempar ideal 30–36 derajat

Lempar lembing memerlukan kelenturan bahu dan kekuatan inti tubuh.


C. Tolak Peluru (Shot Put)

Peluru terbuat dari logam padat dan di-“tolak”, bukan dilempar. Berat peluru bervariasi: putra 7,26 kg dan putri 4 kg.

Dua Gaya Tolak Peluru

  1. Gaya O’Brien (glide)

  2. Gaya Putar (spin)

Atlet mengambil posisi membelakangi sektor lempar, kemudian melakukan tolakan melalui gerakan eksplosif.


D. Lempar Martil

Martil berupa bola logam yang dihubungkan dengan kawat baja dan pegangan. Atlet mengayunkan martil beberapa kali sebelum melemparkan dengan putaran penuh.

Kunci Utama Lempar Martil

  • Keseimbangan tubuh saat berputar

  • Sudut lepas martil yang tepat

  • Kekuatan putaran pinggul dan kaki

Nomor ini membutuhkan koordinasi yang sangat baik karena berat martil bisa mencapai 7,26 kg untuk putra.


5. Manfaat Latihan Atletik

Latihan atletik memberikan manfaat yang sangat besar, tidak hanya secara fisik tetapi juga mental.


A. Manfaat Fisik

  1. Meningkatkan Kebugaran Kardiorespirasi
    Lari meningkatkan kapasitas paru-paru dan jantung.

  2. Meningkatkan Kekuatan Otot
    Nomor lompat dan lempar meningkatkan daya ledak dan kekuatan tubuh.

  3. Melatih Kelincahan dan Koordinasi
    Penting untuk anak maupun orang dewasa.

  4. Meningkatkan Metabolisme dan Mencegah Obesitas

  5. Memperbaiki Postur dan Keseimbangan


B. Manfaat Mental

  1. Meningkatkan Disiplin dan Fokus

  2. Melatih Ketahanan Mental

  3. Mengurangi Stres dan Kecemasan

  4. Meningkatkan Rasa Percaya Diri

  5. Membangun Semangat Kompetitif yang Sehat


C. Manfaat Sosial

  • Mengajarkan kerja sama tim (khususnya estafet)

  • Mengembangkan kemampuan komunikasi

  • Menambah jaringan pertemanan melalui kompetisi


6. Atletik di Indonesia

Indonesia memiliki sejarah panjang dalam cabang atletik. Beberapa atlet nasional yang terkenal antara lain:

  • Lalu Muhammad Zohri – Juara dunia U-20 nomor 100 m.

  • Sapwaturrahman – Atlet lompat jauh.

  • Eki Febri Ekawati – Atlet tolak peluru.

  • Maria Londa – Peraih emas lompat jauh Asian Games 2014.

Persatuan Atletik Indonesia (PASI) menjadi organisasi yang mewadahi perkembangan cabang olahraga ini.


7. Teknik Latihan Atletik untuk Pemula

Bagi mereka yang ingin mulai berlatih atletik, langkah-langkah berikut dapat membantu:


A. Lari

  • Mulai dengan jogging 10–15 menit.

  • Lakukan latihan interval untuk meningkatkan kecepatan.

  • Lakukan teknik ABC Running (A-skip, B-skip, C-skip) untuk memperbaiki langkah.


B. Lompat

Untuk nomor lompat:

  • Latihan bounding dan skipping.

  • Latihan kekuatan kaki seperti squat.

  • Belajar ritme awalan & koordinasi.


C. Lempar

Pemula dapat melakukan:

  • Latihan kekuatan bahu dan inti tubuh.

  • Latihan putaran tanpa alat.

  • Menggunakan alat ringan sebelum berpindah ke alat kompetisi.


Kesimpulan

Atletik adalah olahraga yang lengkap dan menyeluruh, mencakup unsur lari, lompat, dan lempar. Setiap nomor memiliki karakteristik unik dan menguji aspek berbeda dari kemampuan manusia—kecepatan, kekuatan, ketahanan, hingga koordinasi. Dengan sejarah panjang dan peranan penting dalam dunia olahraga, atletik tetap relevan dan menjadi dasar dari banyak cabang olahraga modern.

Tidak hanya memberikan manfaat fisik, atletik juga memperkuat kesehatan mental, membentuk disiplin, dan mendorong semangat kompetitif yang sehat. Baik untuk anak, remaja, maupun orang dewasa, atletik adalah kegiatan yang layak dipelajari dan dijadikan bagian dari gaya hidup sehat.